Investor asing catat net buy Rp393,71 miliar di sesi I BEI, Senin (10/8/26). DSSA dan MDKA menjadi saham yang paling banyak diburu asing. (Foto: Ilustrasi)
Bengkalis(khabarterkini.com) – Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp393,71 miliar di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi I, Senin (10/8/26).
Secara volume, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebanyak 3,96 miliar lembar saham.
Dua saham yang menjadi salah satu sasaran aksi beli asing pada sesi pertama perdagangan adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai net buy mencapai Rp216,46 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp62,70 miliar.
Meski investor asing membukukan net buy, pergerakan pasar saham tetap dipengaruhi oleh dinamika antarsektor. Aksi beli asing pada sejumlah saham tidak serta-merta membuat seluruh sektor bergerak positif.
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan pasar adalah sentimen regional dan global. Perubahan arah bursa saham Asia serta perkembangan data ekonomi global, termasuk inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, dan data manufaktur, dapat memengaruhi keputusan investor dalam melakukan transaksi.
Selain itu, rotasi sektor juga menjadi bagian dari dinamika perdagangan. Tekanan jual pada saham-saham di sektor tertentu dapat menahan laju indeks meskipun investor asing mencatatkan pembelian bersih pada saham tertentu.
Pada perdagangan sesi I, sektor Energi menjadi salah satu sektor yang memberikan tekanan terbesar terhadap indeks dengan melemah 1,18%. Sektor Finansial juga tercatat turun 0,31%.
Di sisi lain, sejumlah sektor bergerak menguat dan menjadi penopang pasar. Sektor Barang Konsumen Non-Primer (Consumer Discretionary) naik 1,45%, disusul sektor Teknologi yang menguat 1,43% dan sektor Barang Baku (Materials) sebesar 1,34%.
Sektor Kesehatan juga tercatat menguat 0,78%.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa aksi beli bersih investor asing berlangsung bersamaan dengan rotasi dana antarsektor. Dengan demikian, arah indeks tidak hanya ditentukan oleh besarnya transaksi asing, tetapi juga oleh kinerja saham dan sektor yang memiliki bobot besar terhadap indeks.
Dengan kondisi tersebut, investor perlu mencermati perkembangan pasar secara menyeluruh, termasuk pergerakan sektoral dan sentimen global, sebelum mengambil keputusan investasi. (*)
Penulis : Hasan Basri


Komentar