Suasan tampak pemilik warung Ampera sedang menghitung uang, di belakangnya sejumlah orang sedang makan. (Foto : Ilustrasi AI)
Dumai (khabarterkini.com) – Aktivitas jual beli di sejumlah kawasan Kota Dumai masih berjalan. Namun, di balik transaksi yang tetap berlangsung, keluhan mengenai meningkatnya kebutuhan modal dan harga bahan pokok mulai terdengar dari sejumlah pedagang.
Pantauan di lapangan pada Sabtu (5/9/26), keluhan serupa disampaikan pedagang di kawasan Purnama, Kelurahan Bangsal Aceh, hingga Bumi Ayu.
Di kawasan Purnama, seorang pedagang mengeluhkan kondisi usaha yang dijalaninya saat ini. Transaksi masih terjadi, tetapi uang hasil penjualan dinilai cepat kembali terserap untuk membeli kebutuhan bahan pokok dan keperluan dagangan.
Menurut pedagang tersebut, kondisi itu membuat hasil yang tersisa dari penjualan terasa semakin terbatas.
“Jual beli masih ada, tetapi uangnya seperti tidak terasa. Belanja kebutuhan bahan pokok untuk dagangan hampir tidak ada sisanya,” keluhnya.
Keluhan serupa terdengar di Kelurahan Bangsal Aceh. Pemilik warung berbincang dengan pelanggan mengenai harga sejumlah kebutuhan pokok yang menurutnya semakin tinggi.
Ia mengatakan, hasil penjualan yang diperoleh harus kembali digunakan untuk memenuhi kebutuhan warung.
“Semua bahan pokok naik. Jual beli masih stabil, tetapi hasilnya kembali untuk membeli keperluan. Terkadang masih kurang,” ujarnya.
Situasi berbeda jenis usaha, tetapi dengan keluhan yang hampir sama, juga terlihat di kawasan Bumi Ayu. Pemilik rumah makan Ampera mengaku menghadapi persoalan kenaikan harga bahan pokok.
Di tengah kenaikan biaya bahan makanan, menaikkan harga menu bukan keputusan yang mudah. Pemilik usaha khawatir kenaikan harga justru membuat pelanggan mengurangi pembelian.
Kondisi tersebut menggambarkan dilema yang dihadapi pedagang kecil yang ditemui di tiga kawasan tersebut. Di satu sisi, kebutuhan untuk menjalankan usaha harus tetap dipenuhi. Di sisi lain, harga jual harus dipertimbangkan agar pelanggan tetap datang.
Dari pengamatan di tiga lokasi itu, aktivitas perdagangan masih terlihat berjalan. Namun, pedagang yang ditemui sama-sama menyoroti persoalan biaya kebutuhan usaha dan harga bahan pokok yang mereka rasakan semakin membebani.
Keluhan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa seluruh pedagang atau masyarakat Kota Dumai mengalami kondisi yang sama.
Untuk melihat apakah terjadi penurunan daya beli atau perubahan kondisi ekonomi secara umum, diperlukan data resmi dan pembanding dari lembaga terkait. (*)
Penulis : Hasan Basri


Komentar