Advertisement
⚡ Baca Sampai Tuntas
Advertisement
Home » Pedagang Dumai Mulai Tertekan: Jual Beli Jalan, Tapi Uang Cepat Habis untuk Modal

Pedagang Dumai Mulai Tertekan: Jual Beli Jalan, Tapi Uang Cepat Habis untuk Modal

Suasan tampak pemilik warung Ampera sedang menghitung uang, di belakangnya sejumlah orang sedang makan. (Foto : Ilustrasi AI)

Dumai (khabarterkini.com) – Aktivitas jual beli di sejumlah kawasan Kota Dumai masih berjalan. Namun, di balik transaksi yang tetap berlangsung, keluhan mengenai meningkatnya kebutuhan modal dan harga bahan pokok mulai terdengar dari sejumlah pedagang.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (5/9/26), keluhan serupa disampaikan pedagang di kawasan Purnama, Kelurahan Bangsal Aceh, hingga Bumi Ayu.

Langkanya “Minyak Kita” Picu Keluhan Pedagang Gorengan dan Pecak Lele

Di kawasan Purnama, seorang pedagang mengeluhkan kondisi usaha yang dijalaninya saat ini. Transaksi masih terjadi, tetapi uang hasil penjualan dinilai cepat kembali terserap untuk membeli kebutuhan bahan pokok dan keperluan dagangan.

Menurut pedagang tersebut, kondisi itu membuat hasil yang tersisa dari penjualan terasa semakin terbatas.

“Jual beli masih ada, tetapi uangnya seperti tidak terasa. Belanja kebutuhan bahan pokok untuk dagangan hampir tidak ada sisanya,” keluhnya.

Bazar Imlek 2577 di Pangkalan Nyirih: Dongkrak Perputaran Uang UMKM, Lapangan Desa Dipadati Pengunjung

Keluhan serupa terdengar di Kelurahan Bangsal Aceh. Pemilik warung berbincang dengan pelanggan mengenai harga sejumlah kebutuhan pokok yang menurutnya semakin tinggi.

Ia mengatakan, hasil penjualan yang diperoleh harus kembali digunakan untuk memenuhi kebutuhan warung.

Cita Rasa Khas Palembang Hadir di Kota Dumai, Pempek Gending Sriwijaya Jadi Primadona Kuliner

“Semua bahan pokok naik. Jual beli masih stabil, tetapi hasilnya kembali untuk membeli keperluan. Terkadang masih kurang,” ujarnya.

Situasi berbeda jenis usaha, tetapi dengan keluhan yang hampir sama, juga terlihat di kawasan Bumi Ayu. Pemilik rumah makan Ampera mengaku menghadapi persoalan kenaikan harga bahan pokok.

Di tengah kenaikan biaya bahan makanan, menaikkan harga menu bukan keputusan yang mudah. Pemilik usaha khawatir kenaikan harga justru membuat pelanggan mengurangi pembelian.

Kondisi tersebut menggambarkan dilema yang dihadapi pedagang kecil yang ditemui di tiga kawasan tersebut. Di satu sisi, kebutuhan untuk menjalankan usaha harus tetap dipenuhi. Di sisi lain, harga jual harus dipertimbangkan agar pelanggan tetap datang.

Harga Sawit Riau Menguat, Pendapatan Petani Plasma Diproyeksi Meningkat

Dari pengamatan di tiga lokasi itu, aktivitas perdagangan masih terlihat berjalan. Namun, pedagang yang ditemui sama-sama menyoroti persoalan biaya kebutuhan usaha dan harga bahan pokok yang mereka rasakan semakin membebani.

Keluhan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa seluruh pedagang atau masyarakat Kota Dumai mengalami kondisi yang sama.

Untuk melihat apakah terjadi penurunan daya beli atau perubahan kondisi ekonomi secara umum, diperlukan data resmi dan pembanding dari lembaga terkait. (*)

Penulis : Hasan Basri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TOP NEWS

01

PAC PDI-P Dumai Selatan Matangkan Persiapan Ranting dan Program Kerja, Bakti Sosial Jadi Agenda Perdana

02

Polda Riau Bongkar Dugaan Pembukaan Lahan Ilegal 111,77 Hektare di Dumai

03

Banjir Melanda Dumai, Pintu Air Tertutup, Ferdiansyah Minta Segera Dibuka

04

Bupati Pidie Jaya Tanam Pohon untuk Pulihkan Lingkungan Pasca Bencana

05

Menciptakan Kota Bebas Kemacetan: Pembangunan Kereta Bawah Tanah sebagai Solusi

LINGKUNGAN

Memuat postingan...

Peristiwa

Memuat Peristiwa...

TECHNOLOGY

Memuat Technology...

OPINI

Memuat Opini...

LIBURAN

Memuat Liburan...

PILIHAN REDAKSI






KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
× Advertisement
× Advertisement